Minggu, 10 November 2013

Cara Menjaga Otak Awet Muda

Bagi orang berusia lanjut, penurunan daya ingat otak hingga pikun jadi momok yang kerap terjadi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar otak tetap tajam. Rajin membaca, tetap berusaha menghapal sesuatu, hingga bermain game yang menuntut otak berpikir dan mengingat.

Selain itu, ternyata ada 4 hal lain yang berguna untuk melatih otak. Anda mungkin tak mengira sebelumnya. Inilah daftarnya.
women.webmd.com
 
1. Minum teh hijau
Penelitian tahun 2012 menunjukkan bahwa teh hijau bisa meningkatkan kemampuan kognitif, terutama pada pria. Peneliti berhasil menemukan efek positif dari flavonoid yang terkandung dalam teh hijau pada otak. Sementara itu, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa teh hijau bisa melindungi otak dari Alzheimer.

2. Jaga tingkat kolesterol
Penelitian di tahun 2009 menunjukkan bahwa peningkatan kolesterol dalam tubuh berkaitan dengan tingginya risiko Alzheimer dan demensia. Berdasarkan peneliti, apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak. Untuk itu, Anda bisa menurunkan risiko demensia dan dengan menurunkan tingkat kolesterol.

3. Menjaga kesehatan gigi
Percaya atau tidak, kesehatan gigi berhubungan dengan kesehatan otak. Penelitian menunjukkan bahwa mengunjungi dokter gigi dua kali setahun dan membersihkan gigi secara teratur baik untuk kesehatan otak. Kesehatan gigi yang baik bisa menurunkan risiko seseorang terkena demensia. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang yang menggosok gigi kurang dari sekali sehari memiliki risiko terkena demensia 65 persen lebih tinggi.
4. Menonton film dokumenter tentang alam
Sebuah penelitian terbaru di jurnal PLoS ONE menemukan bahwa orang yang menonton film dokumenter tentang alam memiliki nilai yang lebih tinggi dalam tes kemampuan bahasa. Mereka juga memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Bahkan, mereka memiliki otak yang lebih baik daripada orang yang berhasil menyelesaikan permainan asah otak dan sejenisnya.



Tak perlu menunggu hingga usia tua datang. Membiasakan diri saat masih muda justru semakin membantu sel-sel otak tetap bagus saat kita tua nanti.


Benarkah Mandi Malam Menyebabkan Rheumatik?

Kita sering mendengar pendapat bahayanya mandi malam-malam karena bisa menyebabkan rematik. Benarkah demikian?

Sebenarnya dalam dunia medis tidak mengenal kata "rematik" sama halnya dengan "masuk angin". Jadi, segala penyakit yang berhubungan dengan persendian seperti asam urat, osteoartritis, atau reumatoid artritis dianggap sebagai rematik oleh masyarakat Indonesia. Mengapa? Karena gejalanya nyaris sama.
Misalnya asam urat. Penyakit ini disebabkan oleh kadar asam urat dalam darah berlebihan sehingga membentuk kristal dan mengendap pada persendian. Asam urat inilah yang menyebabkan rasa nyeri hebat pada ujung kaki atau lutut.

Sementara osteoartritis disebabkan oleh kerusakan rawan sendi akibat penuaan atau obesitas dan berkurangnya cairan pelumas sendi.

Sedangkan reumatoid artritis merupakan penyakit keturunan akibat adanya gen yang menyebabkan sistem imun (pertahanan tubuh) seseorang menyerang persendiannya. Serangan dari sistem imun ini kemudian menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sendi-sendi tertentu.

Nah, penderita tiga penyakit di atas seringkali kambuh ketika suhu dingin. Maka, bila mandi malam hari apalagi pada suhu dingin dengan mudah nyerinya akan kambuh. Sesungguhnya bukan hanya akibat mandi saja, namun juga suhu udara yang dingin memperparah kondisi penderita.

Kesimpulannya, mandi pada malam hari menyebabkan rematik kalau memang mengidap penyakit tersebut.  Lain halnya bagi orang yang sehat,  tentu saja tidak masalah mandi malam-malam.

Tengah Malam Hangat? Minum saja Air Hangat

Saat begadang atau menjelang tidur di tengah malam, terkadang muncul rasa lapar. Padahal sudah makan malam. Nah, jika perut tak mau diajak kompromi, apa yang harus kita lakukan?



Menurut Pakar Gizi, Dr. dr. Darmono SS,MPH, SpGK., rasa lapar di tengah malam sebenarnya hanya merupakan sensasi manusia yang masih memiliki keinginan untuk makan. Pasalnya, jika sudah makan sekitar pukul 19.00 atau 20.00 WIB, seharusnya lambung sudah penuh dan merasa kenyang.

“Jadi, rasa lapar itu bukan karena faktor makan malam yang tidak cukup. Akan tetapi ada rasa tidak cukup usai makan makanan yang mengandung karbohidrat berlebih,” jelas pengajar ilmu gizi di Universitas Diponegoro.

Oleh karena itu, cara paling aman saat merasa lapar di tengah malam adalah minum air hangat. "Sebenarnya, minum air hangat sudah bisa menghilangkan rasa lapar," tambah Darmono.


Bolehkah makan nasi saat perut lapar di tengah malam dan tak bisa diajak berkompromi dengan segelas air hangat?

"Tidak, karena nasi mengandung energi tinggi," tandas Darmono. Makan nasi menjelang tidur dapat menyebabkan kegemukan dan juga bahaya diabetes.

Jika melihat kebiasaan banyak orang, untuk mengantisipasi rasa lapar mereka mengonsumsi camilan ringan baik yang gurih maupun manis. Namun, Darmono tidak merekomendasikan itu. Kebiasaan makan camilan juga sama saja menambah energi.

Selain minum air hangat, lanjutnya, makanan yang aman dikonsumsi di malam hari hanyalah buah-buahan dan sayur-sayuran karena tidak mengandung energi.

"Makanan berserat tinggi seperti sayur-sayuran tetap baik dikonsumsi pada malam hari," jelasnya.

Makan sayuran sebelum tidur sudah cukup membuat lambung penuh dan terasa kenyang, sehingga kita tak perlu mengonsumsi camilan yang justru menambah energi dan berimbas pada kenaikan berat badan.

Apabila terlalu sering merasa lapar di tengah malam, saran Darmono, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. "Keseimbangan positif Anda akan dihitung oleh sang dokter untuk mengetahui makanan apa dan apa yang diperbolehkan lebih spesifik," urainya.

Mengapa Garam Jadi Pemicu Hipertensi?

Untuk menjaga kesehatan, kita sering membaca bahwa konsumsi garam yang berlebihan semakin memperbesar resiko terkena hipertensi. Mengapa dan bagaimana garam berpengaruh di dalam tubuh?


Untuk menjawab hal ini, para ilmuwan melakukan penelitian dengan dua cara. Pertama, melihat kondisi yang terjadi pada tubuh di luar angkasa - tubuh tanpa gravitasi. Penjelasan itu diterangkan oleh astronot Jerman Reinhold Ewald yang berada di antariksa pada tahun 1997. Tidak hanya sebagai ilmuwan, tapi juga sebagai kelinci percobaan. 
blog.case.edu
"Saat penerbangan saya berupaya makan dan minum secara terkontrol dan mendokumentasi semuanya," kisah Ewald kepada jaringan radio Jerman Deutsche Welle.

Metabolisme manusia saat sedang berada di ruang tanpa gravitasi diteliti secara seksama. Selama penerbangan hingga dua minggu setelah kembali ke bumi, ia harus menuliskan semua yang ia makan.

Sekresi yang dikeluarkan sang astronot dicatat dan dibandingkan dengan apa yang ia makan. Hasilnya mengejutkan. Saat penerbangan ke antariksa, garam dalam jumlah yang cukup banyak menumpuk di dalam tubuh Reinhold Ewald. Jumlahnya mencapai enam liter cairan tubuh pada manusia sehat. Tapi bobot Ewald tidak bertambah enam kilogram.

Selama ini, para dokter mengira garam akan terurai seluruhnya di dalam tubuh. Garam yang berlebihan, seharusnya dikeluarkan dalam urin melalui ginjal. Usai eksperimen Ewald, baru diketahui bahwa tubuh manusia tidak berfungsi seperti itu.

Cara kedua, dengan penelitian di laboratorium yang melibatkan relawan. Ini kali, giliran para mahasiswa yang menjadi kelinci percobaan. Para peneliti mengkarantina mereka dan memberikan lebih banyak garam dalam makanan dan minuman. Ewald bercerita, "Kami memastikan, garam tidak hanya berhubungan dengan regulasi cairan tubuh dan tekanan darah tinggi, tetapi juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan tulang," katanya.

Para mahasiswa yang diberi garam berlebihan mengalami hal yang sama seperti para astronot di ruang tanpa gravitasi. Garam terus berada di dalam tubuh dan tekanan darah bertambah tinggi.

 
Penjelasannya
Profesor Jens Titze dari Universitas Erlangen kemudian berusaha nenjelaskan bagaimana garam terus tersimpan di dalam tubuh, dan tidak terbuang. Peran penting dimainkan oleh makrofagen, "Ini sel darah putih yang 'baik' terhadap garam," jelas Titze. Makrofagen bisa mengukur kandungan garam dan natrium di bawah kulit.
blog.friendseat.com
Menurutnya, jika natrium terlalu banyak tersimpan di kulit, maka makrofagen akan memastikan natrium dikeluarkan melalui pembuluh getah bening kulit." Tidak semua sel darah putih bereaksi secara sama. "Ada populasi sel darah putih lain, yakni sel T yang merusak jaringan tubuh sendiri jika melihat garam. Ini tentu bencana," kata Titze.

Efek ini disebut autoimunitas. Jadi, siapa yang makan dengan banyak garam tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tetapi juga terancam lebih sering mengalami penyakit autoimunitas yang sudah diderita sebelumnya, seperti misalnya mutilple sclerosis. Itulah penjelasan ahli.

Sarapan Praktis Kopi & Gorengan? Awas Bahayanya

Sarapan pagi dengan gorengan terasa nikmat jika ditemani sekangkir kopi hangat. Tapi kebiasaan ini sangatlah tidak bagus.

Menurut hasil penelitian University of Guelph, minum kopi setelah makan makanan yang berminyak dapat menyebabkan lonjakan gula darah. 
tribunnews.com
Seperti yang telah diketahui, makan makanan berminyak telah dikaitkan dengan lonjakan gula darah. Nah, dengan menggabungkannya dengan minum kopi dapat menggandakan dampak tersebut. Peneliti menyatakan bahwa gorengan mengandung lemak jenuh yang membuat tubuh kesulitan membersihkan gula dari darah.

Meski telah lewat beberapa jam setelah makan gorengan, minum kopi dapat menambah tingkat kesulitan pembersihan gula.


Metode Penelitian

Tim peneliti meminta beberapa peserta studi untuk makan makanan berlemak, kemudian setelah 6 jam, peserta diminta minum minuman gula. Biasanya, tubuh langsung memproduksi insulin untuk menghilangkan gula dari darah.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa setelah makan makanan berlemak, tubuh kurang dapat memproduksi insulin dan tingkat gula dalam darah peserta 32 persen lebih tinggi dibanding peserta penelitian yang tidak mengonsumsi makanan berlemak sebelumnya.

Bagian kedua penelitian, peserta diminta untuk minum 2 cangkir kopi setelah 5 jam makanan berlemak dan minuman gula. Hasilnya kadar gula dalam darah meningkat hingga 65 persen dibanding kelompok kontrol. Gula yang berlama-lama dalam darah dapat merugikan kesehatan seperti meningkatkan risiko diabetes, kerusakan arteri, dan penyakit jantung.

"Hal ini menunjukkan bahwa efek makanan tinggi lemak dapat berlangsung hingga berjam-jam," kata Marie-Soleil Beaudoin dan Terry Graham, peneliti dari University of Guelph, seperti dilansir the globe and mail.

Penyakit Ini Bikin Mata Tak Terpejam Saat Tidur

Sebagai mahluk mamalia, manusia seharusnya tidur dengan mata terpejam. Berbeda dengan ikan yang tidak memiliki kelopak mata sehingga tidur dalam kondisi melek.

Namun ada penyakit yang membuat seseorang tetap terlihat seperti membuka mata walau dalam kondisi tidur. Istilah medisnya nocturnal lagophthalmos.
 
Penyanyi Katherine Jenkins menderita nocturnal lagophthalmos / fanpop.com
Kasus ini terkuak ke publik ketika selebritas Katherine Jenkins mengalaminya. Penyannyi berusia 33 tahun itu mengaku sudah sejak kecil mengalami masalah tersebut.

"Mata saya tidak benar-benar terpejam, setidaknya setengah terbuka. Sehingga ketika saya tidur, saya terlihat seperti masih terjaga," ujarnya.

Lagophthalmos adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak dapat sepenuhnya menutup kelopak mata. Sementara nocturnal lagophthalmos adalah ketika kelopak mata tidak bisa sepenuhnya ditutup saat tidur. Nah, ketidakmampuan untuk sepenuhnya menutup kelopak mata dapat menyebabkan iritasi mata.

Menurut American Academy of Ophthalmology EyeNet Magazine, fungsi mata menutup dan berkedip diperlukan agar lapisan air mata dan kornea tetap sehat. Sementara itu orang-orang dengan lagophthalmos akan mengalami peningkatan rasa pedih di mata, serta nyeri di pagi hari karena kondisi mata yang kering.

 
Kondisi tidur penderita nocturnal lagophthalmos / uratexblog.com
Menurut US Vision Center of Excellence, sensasi adanya benda asing juga mungkin dialami oleh orang-orang dengan kerusakan kornea.

Rabun jauh, stroke atau Bell palsy , kelemahan otot, dan kondisi yang menyebabkan jaringan parut permukaan mata merupakan faktor-faktor risiko yang mungkin muncul pada mereka yang mengalami nocturnal lagophthalmos.

Lalu bagaimana pengobatannya? Penanganan bisa dengan menggunakan topical agents, operasi, atau dengan menggunakan penutup mata di malam hari, tergantung pada penyebabnya. Bisa jadi pula dokter merekomendasikan menggunakan air mata buatan atau salep untuk kornea yang digunakan pada malam hari. 
Metode pengobatan lain termasuk menanamkan emas yang berbobot ke kelopak mata atas guna memudahkan penutupan maya, serta memakai masker mata yang menggunakan tekanan.

Ilmuwan Temukan Cara Bangkitkan Orang Mati

Para ilmuwan memiliki gagasan tentang cara untuk menyadarkan seseorang yang sudah dinyatakan meninggal. Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan New York Academy of Science, menghadirkan Dr Sam Parnia dari State University of New York di Stony Brook, Stephan Meyer dari Columbia University, dan Lance Becker dari University of Pennsylvania.



Dalam pertemuan itu dibahas bahwa kunci penyadaran kembali atau resusitasi pada orang yang baru saja meninggal itu ialah proses hipotermia atau pendinginan tubuh dan pengurangan suplai oksigen.

Gagasan ilmuwan didasarkan pada pandangan baru tentang kematian. Sebelumnya, kematian didefinisikan sebagai saat di mana jantung sudah berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja sehingga individu tidak bernapas.

Dalam pandangan baru, kematian tidak dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara serentak di semua bagian tubuh, tetapi sebagai proses bertahap. Saat detak jantung dan napas individu terhenti, sel individu sebenarnya masih hidup.

Kematian total, kiranya bisa dikatakan demikian, baru terjadi ketika sel-sel otak kekurangan oksigen, akibat terhentinya jantung dan napas, sehingga rusak dan mengirim sinyal bagi sel-sel lain menjelang saat kematian.


Dalam gagasan ilmuwan, ada jeda antara henti jantung dan napas dengan kematian total. Jeda itu yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan sehingga orang yang sebelumnya dinyatakan telah mati bisa sadar kembali.

Proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Salah satu perhatiannya, upaya menyadarkan orang yang telah meninggal harus tidak mengakibatkan kerusakan otak akibat jantung yang berhenti menyuplai oksigen.

Diberitakan Huffington Post, kunci penyadaran kembali tanpa merusak jaringan otak salah satunya adalah hipotermia, yakni tubuh didinginkan beberapa derajat lebih rendah daripada suhu normalnya 37 derajat celsius.

Berdasarkan studi, hipotermia bisa mencegah kerusakan sel otak dengan menurunkan permintaan oksigennya. Namun, ini tetap ada batasannya. Ada momen ketika kerusakan memang sudah terlalu besar sehingga tak bisa dikembalikan.

Kemudian, setelah prosedur hipotermia dan jantung bekerja, kunci lainnya adalah menjaga suplai oksigen. Suplai oksigen yang tiba-tiba besar justru akan berdampak negatif karena akan merusak jaringan otak.


Hipotermia terbukti membantu prosedur resusitasi. Namun, bahkan di Amerika Serikat, tak semua rumah sakit menerapkan prosedur hipotermia. Hal ini menjadi keterbatasan untuk mengupayakan resusitasi yang berhasil.

Tentang suplai oksigen, Parnia menuturkan, suplai harus diatur dengan mesin agar jumlah oksigen yang dialirkan sesuai yang dibutuhkan.

Penyadaran kembali orang yang telah meninggal ini menimbulkan pertanyaan etis. Pasalnya, upaya menyadarkan kembali orang yang telah berjam-jam mengalami henti jantung berisiko pada kerusakan otak. Siapa yang kemudian bertanggung jawab melakukan proses resusitasi lebih komprehensif?

Mayer mengungkapkan, keterbatasan saat ini adalah pengetahuan tentang kerusakan otak. Ilmuwan belum mengetahui seberapa lama kerusakan bertahan dan apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula.

Mayer mengungkapkan, masih perlu pembelajaran lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bahwa ilmuwan juga tak bisa begitu saja mengatakan bahwa kerusakan otak tak bisa dikembalikan.

Sementara, Becker menuturkan, upaya penyadaran tidak selalu bisa dilakukan di setiap kasus. Namun, sekali dokter memutuskan, dokter harus menerapkan semua metode yang mungkin bisa dilakukan.